GetWay News

Update Berita Harian Cepat No #1 Indonesia

Advertisement

NASA Prediksi Kenaikan Air Laut 2100, Jakarta di Garis Depan Bahaya

GETWAY NEWS, SCIENCE & CLIMATE CHANGE – Minggu, 15 Maret 2026, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali merilis peringatan keras yang mengguncang peta keamanan pesisir dunia. Dalam laporan terbarunya, NASA memproyeksikan kenaikan permukaan air laut global akan mencapai 3 hingga 6 kaki (sekitar 0,9 hingga 1,8 meter) pada tahun 2100.

Penyebabnya bukan lagi rahasia: perubahan iklim yang tak terkendali telah memicu pelelehan es kutub secara masif dan ekspansi termal air laut. Bagi Indonesia, ini bukan sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman eksistensial bagi ratusan juta orang yang mendiami wilayah pesisir. Jakarta, sang megapolitan, kini secara resmi berada di bawah pengawasan global sebagai salah satu kota dengan risiko tenggelam tercepat di dunia.


Tragedi Jakarta: Dari Rawa Menuju Dasar Laut

Laporan dari Sciencing menempatkan Jakarta dalam daftar merah kota-kota yang terancam punah. Tanda-tanda “kiamat kecil” ini sudah mulai nyata. Pada Maret 2025 lalu, banjir ekstrem melumpuhkan Jabodetabek dengan rekor keparahan di wilayah Bekasi yang melampaui banjir besar tahun 2016 dan 2020.

Mengapa Jakarta begitu rentan?

  1. Laju Penurunan Tanah: Jakarta tidak hanya menghadapi air laut yang naik, tapi tanahnya sendiri amblas hingga 17 cm per tahun di beberapa titik akibat ekstraksi air tanah yang berlebihan.

  2. Geografi Rawa: Secara alami, Jakarta berdiri di atas dataran rendah bekas rawa dengan 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta. Saat air laut pasang, sungai-sungai ini justru meluap kembali ke daratan (backwater).

  3. Memori Kelam 2007: Tragedi banjir 2007 yang merenggut 80 nyawa dan kerugian triliunan rupiah kini dianggap sebagai “pemanasan” jika tanggul laut raksasa dan tata kelola air tidak segera dibenahi.

Laporan ini juga menegaskan bahwa keputusan Pemerintah Indonesia memindahkan ibu kota ke IKN (Ibu Kota Nusantara) adalah langkah mitigasi strategis. IKN diproyeksikan menjadi “sekoci penyelamat” sebelum Jakarta benar-benar menyerah pada air laut di tahun 2045.

BACA JUGA: Menkomdigi Sidak Kantor Meta, Tuntut Transparansi Algoritma demi Nyawa Publik

BACA JUGA: Samsung Galaxy A57 Terbongkar: Evolusi Spesifikasi Mid-Range Tertipis dengan Chipset Gahar & Android 16

BACA JUGA: Koalisi Raksasa Teknologi Melawan Trump, Drama Daftar Hitam Anthropic Guncang Pentagon


9 Kota Besar Dunia Lainnya yang Menghadapi Nasib Serupa

Fenomena ini adalah krisis global. Selain Jakarta, sembilan wilayah berikut tengah berpacu dengan waktu sebelum peta wilayah mereka lenyap:

1. Alexandria, Mesir (Delta Nil yang Terancam)

Sebagai terminal penting energi (Pipa SUMED), Alexandria justru terancam oleh emisi fosil yang ia distribusikan. Sebanyak 30% kota diprediksi terendam pada 2050, memaksa 1,5 juta orang mengungsi dari salah satu pusat peradaban tertua di dunia.

2. Miami, Florida (Bencana Ekonomi AS)

Lebih dari 60% wilayah Miami-Dade County diperkirakan akan berada di bawah permukaan laut pada 2060. Ironisnya, pembangunan properti mewah di pesisir masih terus berlanjut, menciptakan potensi kerugian ekonomi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

3. Lagos, Nigeria (Raksasa Afrika yang Tercekik)

Lagos kehilangan daratan lebih dari 3 inci setiap tahun. Banjir musim panas bukan lagi fenomena cuaca, melainkan ancaman finansial miliaran dolar bagi kota berpenduduk 16,5 juta jiwa ini.

4. Dhaka, Bangladesh (Top 10 Negara Terdampak)

Sebagai kota dengan 23,9 juta penduduk, Dhaka amblas setengah inci per tahun. Bangladesh secara konsisten masuk dalam daftar negara paling menderita akibat bencana alam yang dipicu perubahan iklim.

5. Yangon, Myanmar (Bahaya Seismik & Air)

Terletak dekat Sesar Sagaing, Yangon menghadapi ancaman ganda. Jika gempa besar melanda, sumur air tanah bisa runtuh, mempercepat proses penenggelaman kota ke bawah permukaan laut.

6. Bangkok, Thailand (Garis Pantai yang Merangkak)

Bangkok kehilangan wilayah daratan secara konsisten. Garis pantai Thailand diperkirakan merayap masuk ke daratan lebih dari satu kilometer setiap tahun. Dalam satu abad, mayoritas kota ini diprediksi akan lenyap.

7. Kolkata, India (Ekstraksi Air Tanah Ekstrem)

Kolkata terancam tenggelam bukan hanya karena laut, tapi karena perilaku manusia yang menyedot air tanah tanpa batas. Pada 2024, banjir di Bengal Barat sudah berdampak pada 250.000 orang—angka yang diprediksi melonjak menjadi 10 juta pengungsi jika intensitas badai meningkat.

8. Manila, Filipina (Hilangnya Benteng Mangrove)

Manila tenggelam 4 inci per tahun, jauh di atas rata-rata global. Situasi diperparah dengan hilangnya 130.000 hektar hutan mangrove yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap erosi dan badai.

9. Megalopolis Guangdong-Hong Kong-Makau (Pearl River Delta)

Wilayah dengan populasi hampir 87 juta orang ini terkonsentrasi di delta sungai. Kenaikan air laut setinggi 5 kaki dalam 100 tahun mendatang dapat melumpuhkan pusat manufaktur dan keuangan dunia ini.


Analisis GetWay: Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

Bagi pembaca GetWay News, peringatan NASA ini bukan untuk memicu kepanikan, melainkan untuk mendorong adaptasi bisnis dan gaya hidup. Investasi di wilayah pesisir harus mulai mempertimbangkan faktor ketahanan iklim (climate resilience).

Strategi Adaptasi yang Mendesak:

  • Restorasi Ekosistem: Menghentikan penebangan mangrove dan mulai melakukan reboisasi pesisir secara masif.

  • Stop Ekstraksi Air Tanah: Beralih sepenuhnya ke pengolahan air permukaan (PAM) untuk menghentikan penurunan muka tanah.

  • Infrastruktur Hijau: Membangun kota spons (sponge city) yang mampu menyerap air hujan alih-alih mengalirkannya langsung ke laut yang sudah penuh.

Kesimpulan: Warisan untuk Masa Depan

Tahun 2100 tampak jauh, namun kebijakan yang kita ambil di tahun 2026 akan menentukan apakah cucu kita masih bisa mendiami Jakarta atau harus menjadi pengungsi iklim di tanah sendiri. NASA telah memberikan datanya, kini giliran kita memberikan responnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *